TUGAS
10
KESIMPULAN
HASIL KELOMPOK 7
MENAJEMEN
KELAS DI SD
Prinsip-Prinsip Disiplin Kelas

Oleh :
Reni
Amrita
1620197
DOSEN
PEMBIMBING:
Yessi
Rifmasari, M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU
SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2019
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar
bebalakang
Disiplin bagi peserta didik adalah hal yang
rumit dipelajari sebab disiplin merupakan hal yang kompleks dan banyak
kaitannya terkait antara pengetahuan, sikap dan perilaku. Kebenaran, kejujuran,
tangggung jawab, kebebasan, rasa kasih sayang, tolong menolong dan sebagainya
adalah beberapa aturan disiplin kemasyarakatan yang harus dipelajari/diketahui
dan ditegakkan oleh para sisiwa.
Peserta didik
belajar beberapa hal dengan cara mendengarkan misalnya, tetapi mereka lebih
suka mengingat dan bertindak dengan kata-kata dan gagasan mereka sendiri. Dari
sini peserta didik akan belajar lebih cepat apabila mereka terlibat dalam
menyusun tata tertib mereka itu. Walaupun demikian, guru harus mengarahkan dan menentukan
tindakan-tindakan apa yang harus diambil bila tata tertib dilanggar, sehingga
disiplin tetap dapat ditegakkan.Terpeliharanya disiplin tidak lepas dari
terpenuhinya kepentingan atau kebutuhan para pihak. Peserta didik memiliki
banyak kepentingan, guru memiliki banyak kepentingan, demikian kepala sekolah.
Permasalahannya adalah bagaimana kepentingan-kepentingan dari masing-masing
pihak dapat terpenuhi dan dapat diselaraskan agar tidak terjadi bentrokan.
B. Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian disiplin?
2.
Bagaimana nilai-nilai penuntut sikap
disiplin?
3.
Bagaimanakah bentuk-bentuk disiplin
kelas?
C. Tujuan Masalah
1.
Memahami pengertian disiplin
2.
Mengetahui nilai-nilai penuntut sikap
disiplin
3.
Mengetahui bentuk-bentuk disiplin kelas
Prinsip-Prinsip Disiplin Kelas
A. Pengertian
disiplin
Kata disiplin berasal dari
bahasa latin “Disciplina” yang merujuk kepada belajar dan mengajar. Kata ini
berasosiasi sangat dekat dengan istilah “disciple” yang berarti mengikuti orang
belajar di bawa pengawasan seorang impinan. Disiplin adalah kesadaran
untuk melakukan sesuatu pekerjaan dengan tertib dan teratur sesuai dengan
peraturan-peraturan yang berlaku dengan penuh tanggung jawab tanpa paksaan dari
siapapun (AsyMas’udi, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (Yogyakarta: PT
TigaSerangkai, 2000). Sedangkan The Liang Gie (1972) memberikan pengertian
disiplin sebagai suatu keadaan tertib di mana orang-orang yang tergabung dalam
suatu organisasi tunduk pada peraturan-peraturan yang telah ada dengan
rasa senang.
Adapun menurut kamus umum Bahasa
Indonesia, W.J.S Poerwadarminta, istilah disiplin mengandung pengertian sebagai
berikut : - Latihan batin dan watak dengan maksud supaya segala perbuatannya
selalu mentaati tata tertib di sekolah. - Ketaatan pada aturan dan tata tertib.
Berdasarkan pengertian tersebut di atas maka dapatlah penulis katakan bahwa
disiplin adalah rasa tanggung jawab dari pihak murid berdasarkan kematangan
rasa sosial untuk mematuhi segala aturan dan tata tertib di sekolah sehingga
dapat belajar dengan baik. Dan juga disiplin bukan hanya suatu aspek tingkah
laku siswa di dalam kelas/sekolah saja, melainkan juga di dalam kehidupannya di
masyarakat sehari-hari. Dengan demikian anak yang tidak mengenal disiplin akan
cenderung menjadi anak nakal/pembangkang, oleh karena itu pembentukan disiplin
adalah sejalan dengan pendidikan watak.
Di dalam pembicaraan disiplin
dikenal dua istilah yang pengertiannya hampir sama
tetapi terbentuknya satu sama lain merupakan urutan. Kedua istilah
itu adalah disiplin dan ketertiban, ada juga yang menggunakan istilah siasat
dan ketertiban. Diantara kedua istilah tersebut terlebih dahulu termasuk
pengertian ketertiban, baru kemudian pengertian disiplin (Suharsimi:
114).Ketertiban merajuk kepada ketertiban seseorang dalam mengikuti peraturan atau
tata tertib karena didorong atau di sebabkan oleh sesuatu yng datang dari luar.
Disiplin atau siasat merujuk pada kepatuhan seseorang dalam mengikuti peraturan
atau tata tertib karena didorong oleh adanya kesadaran yang ada pada kata
hatinya. Disiplin kelas adalah keadaan tertib dalam suatu kelas yang di
dalamnya tergabung guru dan siswa taat kepada tata tertib yang telah ditetapkan
(Dirjen PUOD dan Dirjen Diknasmen, 1996: 10).
Disiplin merupakan sesuatu yang
berkenaan dengan pengendalian diri sesseorang terhadap bentuk-bentuk aturan.
Disiplin merupakan sikap mental. Disiplin pada hakikatnya adalah pernyataan
sikap mental dari individu maupun masyarakat yang mencerminkan rasa ketaatan,
kepatuhan yang didukung oleh kesadaran untuk menunaikan tugas dan kewajiban
dalam rangka pencapaian tujuan. Dengan disiplin dimaksudkan sebagai upaya
untuk mengatur perilaku anak dalam mencapai tujuan pendidikan, karena ada
perilaku yang harus dicegah atau dilarang, dan sebaliknya, harus dilakukan.
Pembentukan disiplin pada saat sekarang bukan sekedar menjadikan anak agar
patuh dan taat pada aturan dan tata tertib tanpa alasan sehingga mau menerima
begitu saja, melainkan sebagai usaha mendisiplinkan diri sendiri (self
discipline). Artinya ia berperilaku baik, patuh dan taat pada aturan bukan
karena paksaan dari orang lain atau guru melainkan karena kesadaran dari
dirinya.
Disiplin bukanlah kepatuhan
lahiriah, bukanlah paksaan, bukanlah ketaatanpada otoritas gurunya untuk
menuruti aturan. Disiplin adalah suatu sikap batin, bukan kepatuhan otomatis.
Siswapun bertanggung jawab untuk menciptakan suasana kelas yang baik. Suasana
kelas yang tidak tegang, ada kebebasan tapi ada pula kerelaan mematuhi
peraturan dan tata tertib sekolah.
Dari beberapa pengertian di atas
dapat disimpulkan bahwa disiplin adalah ketaatan dan ketepatan pada suatu
aturan yang dilakukan secara sadar tanpa adanya dorongan atau paksaan pihak
lain atau suatu keadaan di mana sesuatu itu berada dalam tertib, teratur
dan semestinya serta tiada suatu pelanggaran-pelanggaran baik secara langsung
maupun tidak langsung.
B.
Nilai-nilai
Penuntut Sikap Disiplin
Sikap disiplin
yang dilakukan oleh seseorang sebenarnya adalah suatu tindakan
untuk memenuhi tuntutan nilai tertentu. Nilai-nilai tersebut dapat
diklasifikasikan menjadi :
a. Nilai-nilai
keagamaan atau nilai-nilai kepercayaan
Nilai ini diyakini kebenarannya sehingga
melahirkan tindakan-tindakan disiplin yang penuh ketulusan unuk berkorban.
Contoh : kewajiban sholat lima waktu dan puasa selama satu bulan pada
bulan Romadhon bagi umat islam, tidak melakukan aktivitas apapun
kecuali berdoa selama satu hari pada hari Raya Nyepi bagi umat hindu, dan
sebagainya.
b. Nilai-nilai
tradisional
Nila-nilai ini melahirkan tindak-tanduk pantangan
yang kebanyakan tidak masuk akal dan mengandung misteri. Contoh : pantanagan
makan kaki ayam kalau tulisannya ingin baik; pantangan menduduki bantal;
sialnya angka 13; pantangan menanam bunga Baugenvill di depan rumah bagi yang
memiliki anak gadis dan sebagainya.
c. Nilai-nilai
kekuasaan
Nilai ini bersumber dar penguasa yang melahirkan
tindak-taduk disiplin demi terlaksananya tata kepemimpinan menurut kehendak
penguasa. Nilai ini biasanya diikuti sanksi bagi yang tidak melaksanakannya.
Contoh : harus membayar upeti; harus jongkok bila peguasa datang, dan
sebagainya.
d. Nilai-nilai
subjektif
Pengakuan dari nilai ini berdasarkan penilaian
pribadi yan melahirkan tindak-tanduk yang egosentrik.
Contoh: menurut pendapat saya hal ini tidak benar karena Pak Kiai
tidak mengatakannya; katanya hal tersebut dilarang karena Pak Lebe menyatakan
hal seperti itu, dan sebagainya.
e. Nilai
rasional
Nilai
yang memberikan penjelasan dan alasan perlu tidaknya dilakukan tindak-tanduk
disiplin tertentu untuk mencapai tujuan tertentu. Contoh: Jika ingin berhasil
dengan baik dalam sekolah maka harus rajin belajar; jika ingin selamat maka
semua pengguna jalan harus mentaati peraturan lalu lintas dan sebagainya.
Kaitannya dengan
disiplin sekolah atau kelas, maka tindak-tanduk yang diharapkan adalah tindak
tanduk yang mencerminkan kepatuhan dari berbagai nilai yang disepakati oleh
semua, baik siswa, guru dan karyawannya yang tertuang dalam tata tertib sekolah
atau kelas.
C. Bentuk-bentuk
disiplin kelas
Disiplin
siswa dalam menentukan dan menggunakan cara atau strategi belajar, Keberhasilan
siswa dalam studinya dipengaruhi oleh cara belajarnya. Siswayang memiliki cara
belajar yang efektif memungkinkan untuk mencapai hasil atau prestasi yang lebih
tinggi dari pada siswa yang tidak mempunyai cara belajar yang efektif.
Untuk belajar secara efektif dan
efisien diperlukan kesadaran dan disiplin tinggi setiap siswa. Belajar secara
efektif dan efisien dapat dilakukan oleh siswa yang berdisiplin. Siswa yang
memiliki disiplin dalam belajarnya akan berusaha mengatur dan menggunakan
strategi dan cara belajar yang tepat baginya. Jadi langkah pertama yang perlu
dimiliki agar dapat belajar secara efektif dan efisien adalah kesadaran atas
tanggung jawab pribadi dan keyakinan bahwa belajar adalah untuk kepentingan
diri sendiri, dilakukan sendiri dan tidak menggantungkan nasib pada orang lain.
Hal ini sejalan dengan pendapat
yang menyatakan belajar akan lebih berhasil apabila kita memiliki :
a.
Kesadaran atas tanggung jawab belajar,
b.
Cara belajar yang efisien,
c.
Syarat-syarat yang diperlukan ( Oemar
Hamalik, Metoda Belajar Dan Kesulitan-Kesulitan Belajar, Bandung:
Tarsito,2005)
Selain memiliki strategi belajar
siswa yang tepat, siswa juga perlu memperhatikan metode atau cara yang harus
dilakukan untuk mencapai tujuan dalam belajarnya. Seperti yang kita ketahui belajar
bertujuan untuk mendapat pengetahuan, sikap, kecakapan dan keterampilan. Cara
yang demikian itu jika dilakukan dengan penuh kesadaran dan disiplin tinggi
maka akan menjadi suatu kebiasaan, dan kebiasaan dalam belajar berpengaruh
terhadap prestasi belajar.
Disiplin terhadap pemanfaatan waktu:
a)
Cara mengatur waktu belajar
b)
Pengelompokan waktu.
c)
Penjatahan waktu belajar.
Setiap siswa
perlu mengadakan prinsip belajar secara teratur dan untuk belajar secara
teratur setiap hari harus mempunyai rencana kerja. Agar siswa tidak banyak
membuang waktu untuk memikirkan mata pelajaran yang akan dipelajari suatu saat
dan apa yang harus dikerjakannya. Oleh karena itu agar siswa tidak dihinggapi
keraguan-raguan terhadap apa yang hendak dipelajarinya maka ia harus punya
rencana kerja atau daftar waktu dalam belajar.
Disiplin
terhadap tugas:
a. Mengerjakan
tugas rumah
b. Mengerjakan
tugas di sekolah
Disiplin
terhadap tata tertib:
Didalam proses
belajar mengajar, disiplin terhadap tata tertib sangat penting untuk
diterapkan, karena dalam suatu sekolah yang tidak memiliki tata tertib maka
proses belajar mengajar tidak akan berjalan dengan lancar sesuai dengan
rencana. Antara peraturan dan tata tertib merupakan suatu kesatuan yang
tidak dapat dipisahkan sebagai pembentukan disiplin siswa dalam mentaati
peraturan di dalam kelas maupun diluar kelas.
Untuk melakukan
disiplin terhadap tata tertib dengan baik, maka guru bertanggung jawab menyampaikan
dan mengontrol berlakunya peraturan dan tata tertib tersebut. Dalam hal ini
staf sekolah atau guru perlu terjalinnya kerja sama sehingga tercipta disiplin
kelas dan tata tertib kelas yang baik tampa adanya kerja sama tersebut dalam
pembinaan disiplin sekolah maka akan terjadi pelanggaran terhadap peraturan dan
tata tertib sekolah serta terciptanya suasana balajar yang tidak diinginkan.
Dengan
demikian untuk terciptanya disiplin yang harmonis dan terciptanya disiplin dari
siswa dalam rangka pelaksanaan peraturan dan tata tertib dengan baik, maka di
dalam suatu lembaga atau lingkungan sekolah perlu menetapkan sikap disiplin
terhadapsiswa, agar tercipta proses belajar mengajar yang baik.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Disiplin
merupakan sesuatu yang berkenaan dengan pengendalian diri seseorang terhadap
bentuk-bentuk aturan. Disiplin merupakan sikap mental, yang pada hakikatnya
sebagai pencerminanan rasa ketaatan dan kepatuhan yang didukung oleh kesadaran
untuk menunaikan tugas dan kewajiban dalam rangka pencapaian tujuan tertentu.
Kaitannya dengan disiplin kelas, dalam menerapkan disiplin itu sendiri harus
memperhatikan hak, kebutuhan dan tampilan guru hubungannya dengan disiplin itu
sendiri.
Sikap disiplin yang dilakukan sebenarnya merupakan suatu
tindakan untuk memenuhi tuntutan nilai tertentu, yaitu nilai keagamaan, nilai
tradisional, nilai kekuasaan, nilai subjektif dan nilai rasional.
Dalam menyusun aturan/tata tertib guna memunculkan
disiplin kelas, guru harus melibatkan siswa dalam pembuatannya, memperhatikan
hak, dan kebutuhan peserta didik itu sendiri, serta peran guru dalam disiplin
kelas adalah sebagai salah satu komponen yang harus juga mematuhi peratuaran
yang dibuatnya, bukan hanya sebagai pengatur tanpa ikut melaksanakan.
B.
Saran
Demikianlah tugas penyusunan makalah ini kami persembahkan.
Tulisan ini dibuat sebagai wadah untuk menambah wawasan tentang Prinsip-Prinsip Disiplin Kelas. Tulisan ini diharapkan menjadi
salah satu yang dapat membantu untuk menanamkan pemahaman.
Kritik dan
saran sangat kami harapkan dari para pembaca, khususnya dari dosen mata kuliah
yang telah membimbing kami dan para mahasiswa demi kesempurnaan makalah ini.
Apabila ada kekurangan dalam penyusunan makalah ini, kami mohon maaf yang
sebesar-besarnya.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.
(2012). Disiplin Kelas. [Online]. Tersedia : http://kumpulantugassaya.wordpress.com/2012/06/04/disiplin-kelas/.
Diakses pada 27 Oktober 2014.
Milhah.
(2012). Manajemen Kelas. [Online]. Tersedia :http://manajkelas.wordpress.com/tag/disiplin-kelas/.
Diakses pada 27 Oktober 2014.
Rachman,
Maman. (1998). Manajemen Kelas. Jakarta: Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pendidikan Guru Sekolah
Dasar.
Suhadinet.
(2010). 8 Tips Manajemen dan Disiplin Kelas. [Online]. Tersedia :http://suhadinet.wordpress.com/2010/04/05/8-tips-manajemen-dan-disiplin-kelas/.
Diakses pada 27 Oktober 2014.
Terimakasih telah menambah wawasan saya👍
BalasHapusAlhamdulillah semoga dapat membantu
Hapusbagaimana cara mengatus waktu belajar supaya semua pembelajaran terlaksana?
BalasHapusMateri ny bagus
BalasHapus